Kamis, 20 September 2012

KARATE
1.PERSIAPAN

Mempelajari Karate-Do bukanlah hal yang sulit dan bukan juga hal yang mudah. Dibutuhkan kesiapan fisik dan mental yang memadai. Dalam Karate-Do tidak dituntut fisik yang prima agar bisa mempelajarinya, begitu pula dengan mental. Fisik dan mental akan terbentuk ketika kita mempelajari karate secara baik dan benar, karena sesungguhnya itulah tujuan Karate-Do.
Pengenalan dan proses adaptasi fisik dan mental akan terjadi secara alami, karena tehnik karate diciptakan sesuai dengan batas-batas
kelenturan tubuh manusia. Pembentukan mental akan diarahkan melalui filosofi yang terkandung dalam ajaran Karate-Do, penekanan pada semangat akan sangat bernilai kepada pembentukan kepribadian seorang karateka, didalam jiwa yang penuh semangat tidak ada yang tidak mungkin tercapai, itulah Karate-Do.

2.PAKAIAN KARATE

Pakaian karate dalam istilah karate (jepang) disebut “DOGI”. Pakaian karate didesign seperti “kimono” (pakaian tradisional jepang). Terbuat dari bahan yang beragam yang memiliki kekuatan berbeda pula. Warna dasar pakaian resmi karate adalah putih. Terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu baju dan celana.

3.CARA MEMAKAI SABUK
 
Cara memakai sabuk merupakan hal yang tidak boleh dipandang kecil. Penampilan seorang karateka dapat mempresentasikan tingkat penguasaan terhadap ilmu karate yang dia pelajari. Menggunakan sabuk karate dengan baik merupakan tanda bahwa seorang karateka memiliki semangat yang tinggi dan pernghormatan yang tinggi terhadap ilmu karate itu sendiri. Dibawah ini adalah cara memakai sabuk karate yang baik dan benar.

4.SALAM KARATE

Etika dalam bersosialisasi disegala lingkungan adalah mengucapkan salam
dengan sesama karateka. Begitu pula dalam karate. Salam merupakan hal
yang sangat penting, karena disinilah letak arti filosofi terdalam,
kerendahan hati dan semangat untuk terus belajar. Dengan mengucapkan
salam berarti kita telah menghormati sesama karateka.Lafal salam karate
adalah “OSH”, yang merupakan kependekan dari kata OSHINABU yang
berarti pantang menyerah.
Sikap dalam mengucapkan salam adalah sikap siap sempurna dan membungkukkan badan pada
saat mengucapkan kata “OSH”.

5.KOHEI, SENPEI DAN SENSEI

Kohei adalah adik seperguruan, atau yang memiliki tingkat yang lebih rendah.
Senpei adalah kakak seperguruan, atau yang memiliki tingkat yang lebih tinggi.
Sensei adalah guru/istruktur, atau yang memiliki tingkat Dan-III keatas.
Di antara ketiga tingkatan ini memiliki hirearki untuk saling menghormati dan
mengucapkan salam.
6.SUMPAH KARATE

Sumpah karate adalah ikrar seorang kakareta ketika dia mempelajari karate. Sumpah karate tidak
hanya berlaku ketika diucapkan di Dojo tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
SUMPAH KARATE
SANGGUP MEMELIHARA KEPRIBADIAN
SANGGUP PATUH PADA KEJUJURAN
SANGGUP MEMPERTINGGI PRESTASI
SANGGUP MENJAGA SOPAN SANTUN
SANGGUP MENGUASAI DIRI
TEMPAT LATIHAN
Tempat Latihan dalam karate disebut “DOJO”, kata ini berasal dari bahasa jepang yang berarti
tempat berlatih.

7.UPACARA KARATE

Sebelum dan sesudah latihan karate dilakukan upacara karate yang dipimpin oleh karateka tingkat tertinggi yang mengikuti latihan pada saat itu. Para karateka membentuk sebuah barisan sesuai dengan tingkatannya. Dimulai dari yang paling tinggi disebelah kiri hingga yang paling rendah disebelah kanan. Sensei/instruktur yang bertugas pada saat itu akan berdiri di depan barisan. Ada dua versi upacara karate ini, ada yang
dilakukan berdiri dan yang dilakukan dengan cara duduk. Masing-masing cara digunakan pada kondisi yang berbeda.

10.TINGKATAN DALAM KARATE

Hierarki Karate merupakan tingkatan pada organisasi karate.
1.Sabuk Putih Kyu 10 – 9. Yondan Dan IV
2.Sabuk Kuning Kyu 8 – 7. Godan Dan V
3.Sabuk HijauKyu 7 – 6 Dan VI
4.Sabuk Biru Kyu 5 – 4 Dan VII
5. Sabuk Coklat Kyu 3 – 1Dan VIII
6.ShodanDan I Dan IX
7.Nidan Dan IIDan X
8.Sandan Dan III
11.MOTTO

“ Kekuatan dipergunakan sebagai pilihan terakhir, dimana kemanusiaan dan keadilan tidak dapat mengatasi. Tetapi apabila kepalan dipergunakan dengan bebas tanpa pertimbangan, maka yang melakukan akan kehilangan harga diri dihadapan orang lain”.
By Gichin Funakoshi

12.KARATE-DO

“Memutuskan siapa yang menang dan siapa yang kalah bukanlah tujuan akhir dari Karate-Do. Karate-Do adalah seni perkasa untuk membina kepribadian melalui latihan, sehingga karateka dapat mengatasi setiap tantangan nyata maupun tidak nyata

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar